Kamis, 07 April 2011

Protap operasional ambulans

PERSIAPAN AMBULANS GAWAT DARURAT 
Sebuah ambulans modern yang dilengkapi dengan berbagai perlengkapan canggih 
sekalipun tidak akan bernilai apa-apa kecuali jika selalu dalam keadaan siap untuk 
memberikan pelayanan kapanpun dan di manapun terjadi kasus emergensi. Suatu 
program preventif yang terencana pasti mencakup perbaikan ambulans secara periodik. 

A. Pemeriksaan Ambulans (mesin mati) 
Berikut ini adalah langkah-langkah pemeriksaan yang dapat dilakukan ketika ambulans 
berada di pangkalan: 
1. Periksa seluruh badan ambulans. Cari kerusakan yang dapat mempengaruhi 
jalannya pengoperasian yang aman. 
2. Periksa roda dan ban. Periksa adanya kerusakan atau robeknya pelek roda dan 
bagian luar ban. Gunakan alat pengecek/meteran tekanan untuk memastikan semua 
ban mengembang dengan tekanan tepat. 
3. Periksa spion dan jendela. Cari kaca yang pecah dan longgar dan periksa apakah 
ada bagian yang hilang. Pastikan spion bersih dan diposisikan dengan tepat sehingga 
didapatkan lapang pandang maksimum. 
4. Periksa fungsi setiap pintu dan kunci. 
5. Periksa bagian-bagian sistem pendingin. Periksa jumlah freon/bahan pendingin. 
Periksa selang pipa sistem pendingin dari kebocoran atau keretakan. 
6. Periksa jumlah cairan kendaraan, termasuk minyak mesin dan pelumas rem, air aki, 
dan pelumas setir. 
7. Periksa aki. Jika jenisnya aki basah yang bisa diisi ulang, periksa jumlah cairannya. 
Jika aki tipenya aki kering, nilai keadaannya dengan memeriksa portal indikator. 
Periksa kekencangan hubungan antar kabel dan tanda-tanda korosi. 
8. Periksa kebersihan permukaan bagian dalam ambulans termasuk dashboard dan 
periksa adanya kerusakan. 
9. Periksa fungsi jendela. Pastikan bahwa permukaan dalam setiap jendela bersih. 
10. Tes fungsi klakson 
11. Tes fungsi sirine untuk jarak dengar maksimum 
12. Periksa sabuk pengman. Pastikan setiap sabuk tidak rusak. Tarik setiap sabuk dari 
gulungannya untuk memastikan bahwa mekanisme retraktor bekerja dengan baik. 
13. Posisikan kursi pengemudi senyaman mungkin sehingga bisa mengendalikan setir 
dan pedal dengan optimal. 
14. Periksa jumlah bahan bakar. Isi bahan bakar setelah setiap kali panggilan 
dimanapun kejadiannya. 

B. Pemeriksaan Ambulans (mesin menyala) 
Nyalakan mesin terlebih dahulu untuk memulai pemeriksaan selanjutnya. Keluarkan 
ambulans dari ruangan penyimpanan jika mesin mengeluarkan asap yang mungkin bisa 
menjadi masalah. Set rem parkir, pindahkan perseneling ke posisi parkir dan minta rekan 
Anda mengganjal roda sebelum melakukan tahapan berikut : 
1. Tes fungsi indikator yang terletak di dashboard untuk melihat apakah lampu 
indikator dapat menyala dengan baik untuk menunjukkan adanya kemungkinan 
masalah yang terjadi pada tekanan oli, suhu mesin, atau sistem elektrik ambulan 
lainnya. 
2. Periksa meteran yang terletak di dashboard untuk pengoperasian ambulans yang 
optimal. 
3. Tes fungsi rem, injak rem kaki, catat apakah fungsi pedal rem sudah tepat atau 
berlebihan. Periksa tekanan udara rem kaki jika dibutuhkan. 
4. Tes fungsi rem parkir (rem tangan). Pindahkan perseneling ke posisi mengemudi. 
Pindahkan kembali perseneling ke posisi parkir segera setelah Anda memastikan 
bahwa rem parkir berfungsi dengan baik. 
5. Tes fungsi setir. Putar setir ke berbagai arah. 
6. Periksa fungsi alat penyapu kaca (wiper) depan dan alat pencucinya (washer). Kaca 
harus bisa disapu bersih setiap kali alat penyapu digerakkan. 
7. Tes fungsi lampu peringatan (warning lights) ambulans. Minta rekan Anda berjalan 
mengitari ambulans dan memeriksa fungsi setiap lampu kilat (flashing light) dan lampu 
putar (revolving light). 
8. Tes fungsi lampu ambulans lainnya. Minta rekan Anda berjalan lagi mengitari dan 
memeriksa ambulans. Pada kesempatan ini periksa lampu depan (sinar jauh dan 
dekat), nyalakan lampu sinyal/weser (signal light), lampu kilat perempatan (four way 
flasher), lampu rem (brake light), lampu samping (side light) dan lampu belakang (rear 
light) untuk penerangan tempat kejadian. 
9. Periksa fungsi perlengkapan pemanas dan pendingin baik di kompartemen 
pengemudi maupun kompateman pasien. Lakukan juga pemeriksaan alat isap 
(suction) on-board pada kesempatan ini jika mesin sedang menyala. 
10. Periksa cairan perseneling. 
11. Operasikan perlengkapan komunikasi. Lakukan uji radio portabel dan demikian pula 
dengan radio terfikrsir serta alat komunikasi radio telepon lain. 

C. Pemeriksaan Persediaan dan Perlengkapan Kompartemen Pasien 
Periksa persediaan dan perlengkapan perawatan serta perlengkapan ”life support”. 
Pastikan bahwa telah dilakukan pemeriksaan atas setiap peralatan yang harus dibawa 
dalam ambulans, dengan mencatat setiap temuan pada laporan pemeriksaan. Peralatan 
tersebut tidak sekedar diidentifikasi, namun harus diperiksa pula kelengkapan, keadaan, 
dan fungsinya. Beberapa hal yang perlu dilakukan pemeriksaan meliputi: 
1. Periksa tekanan tabung oksigen. 
2. Pompa bidai udara dan periksa apakah ada kebocoran. 
3. Pastikan semua perlengkapan oksigen dan ventilasi berfungsi dengan baik. 
4. Periksa juga apakah peralatan penyelamatan berdebu dan berkarat.
5. Nyalakan semua peralatan bertenaga aki untuk memastikan bahwa setrum aki 
berfungsi dengan baik. 
6. Untuk perlengkapan khusus, seperti defibrilator eksterna otomatis (AED) 
membutuhkan pemeriksaan tambahan. 
7. lengkapilah laporan pemeriksaan Anda. Perbaiki segala kekurangan. Ganti barang- 
barang yang hilang. Pastikan pengawas Anda mengetahui adanya kekurangan 
yang tidak bisa Anda perbaiki langsung. 
8. Di akhir pemeriksaan, bersihkan unit ambulans untuk mengendalikan kemungkinan 
adanya infeksi dan untuk memperbaiki tampilan. 
Menjaga penampilan ambulans juga akan menambah kesan positif Ambulans Anda di 
mata masyarakat. Mereka yang bangga pada pekerjaan ini, akan menunjukkan rasa 
bangganya dengan menjaga penampilan ambulansnya 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar